Mediasi

Mediasi adalah upaya penyelesaian konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang netral, yang tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan yang membantu pihak-pihak yang bersengketa mencapai penyelesaian (solusi) yang diterima oleh kedua belah pihak.[1]

Mediasi adalah

Mediasi disebut emergent mediation apabila mediatornya merupakan anggota dari sistem sosial pihak-pihak yang bertikai, memiliki hubungan lama dengan pihak-pihak yang bertikai, berkepentingan dengan hasil perundingan, atau ingin memberikan kesan yang baik misalnya sebagai teman yang solider.

Pengertian mediasi menurut Priatna Abdurrasyid yaitu suatu proses damai di mana para pihak yang bersengketa menyerahkan penyelesaiannya kepada seorang mediator (seseorang yg mengatur pertemuan antara 2 pihak atau lebih yg bersengketa) untuk mencapai hasil akhir yang adil, tanpa biaya besar besar tetapi tetap efektif dan diterima sepenuhnya oleh kedua belah pihak yang bersengketa. Pihak ketiga (mediator) berperan sebagai pendamping dan penasihat. Sebagai salah satu mekanisme menyelesaikan sengketa, mediasi digunakan di banyak masyarakat dan diterapkan kepada berbagai kasus konflik.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Mediasi

Diskusi

Diskusi adalah sebuah interaksi komunikasi antara dua orang atau lebih/kelompok. Biasanya komunikasi antara mereka/kelompok tersebut berupa salah satu ilmu atau pengetahuan dasar yang akhirnya akan memberikan rasa pemahaman yang baik dan benar. Diskusi bisa berupa apa saja yang awalnya disebut topik.

Diskusi

Dari topik inilah diskusi berkembang dan diperbincangkan yang pada akhirnya akan menghasilkan suatu pemahaman dari topik tersebut.

Diskusi terdiri dari 2 jenis yaitu: Diskusi formal (resmi) dan Diskusi nonformal (tidak resmi).

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Diskusi

Konsultasi

Konsultasi Hukum

Pengertian konsultasi hukum, secara jelas dapat lihat pada Pasal 1 Undang-undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum.

Bantuan Hukum merupakan jasa hukum yang diberikan oleh Pemberi Bantuan Hukum secara cuma-cuma kepada Penerima Bantuan Hukum.

Sesuai dengan Undang-undang Bantuan Hukum, bantuan hukum diberikan secara cuma-cuma untuk mereka yang membutuhkan keadilan.

Mereka yang membutuhkan adalah para orang atau kelompok miskin. Kelompok miskin yang diberikan bantuan hukum adalah mereka yang tertindas oleh suatu ketidakadilan, biasanya oleh kebijakan-kebijakan pemerintah yang menyimpang.

Konsultasi hukum biasanya disediakan oleh lembaga-lembaga bantuan hukum atau organisasi kemasyarakatan, advokat profit dan Lawfirm yang menyediakan jasa bantuan hukum secara cuma-cuma.